Abstrak: Artikel ini mengeksplorasi pemikiran sufistik Nashruddin Hodja
dengan fokus kajian terhadap pesan-pesan moral dan spiritual yang
terkandung di dalam sastra hikayat jenaka. Hodja mengimplementasikan
amalan tasawuf dalam sastra jenaka untuk mengedukasi masyarakat serta
mengkritik penguasa yang zalim pada saat invasi Mongol abad ke 13 M di
Turki. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah buku karya Hodja
yang dialih bahasakan ke dalam bahasa Inggris berjudul The Turkish
Jester or The Pleasantries of Cogia Nasr Eddin Effendi pada tahun 1884.
Peneliti menggunakan metode kualitatif yang dianalisis menggunakan
pendekatan hermeneutika Schleirmacher yaitu interpretasi gramatikal dan
interpretasi psikologis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Hodja
memiliki pemikiran sufistik Sunni ditinjau dari teks dan psikologisnya.
Topik-topik yang diangkat adalah sikap manusia terhadap Tuhan, etika
manusia secara individual dan sosial. Model tasawuf Hodja menjadi
pendekatan baru dalam tasawuf yaitu mensucikan jiwa dan membina
akhlak dengan nuansa jenaka esoterik.
