
JEPARA – Ma’had Aly Amtsilati, Jepara, menggelar Al-Muqābalah al-‘Ilmiyyah asy-Syāmilah Tahqīq Manuskrip Ulama Nusantara. Kegiatan tersebut digelar selama tiga hari, Selasa (3/2) hingga Kamis (5/2) 2026. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Ma’had Aly Amtsilati ini menjadi bagian dari penguatan tradisi ilmiah pesantren berbasis riset dan kajian manuskrip klasik.
Pelaksanaan muqābalah dilakukan secara hibrida, dengan menghadirkan peserta dan penguji secara langsung maupun melalui media daring. Selain muqābalah tahqīq manuskrip, rangkaian kegiatan akademik ini juga diisi dengan Ikhtibāru Kafā’ati Sinā‘at asy-Syi‘r al-‘Arabī serta Baḥtsul ‘Ilmi bagi mahasantri. Namun demikian, Al-Muqābalah al-‘Ilmiyyah asy-Syāmilah difokuskan khusus pada bidang tahqīq manuskrip.
Melalui kegiatan ini, Ma’had Aly Amtsilati mengawali pelaksanaan muqābalah tahqīq secara terpadu dan terstruktur sebagai sidang akhir akademik. Langkah tersebut menegaskan karakter Ma’had Aly sebagai lembaga pendidikan tinggi keislaman yang berakar pada tradisi keilmuan Islam klasik, sekaligus dikembangkan melalui pendekatan akademik kontemporer.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan singkat, kemudian dilanjutkan dengan inti muqābalah ilmiah. Setiap mahasantri memperoleh waktu sekitar satu jam untuk membacakan hasil tahqīq, memaparkan metodologi penelitian, serta menjawab pertanyaan para penguji dengan menggunakan bahasa Arab. Forum ini menuntut penguasaan bahasa Arab tingkat lanjut serta ketelitian dalam analisis teks klasik.
Salah satu sesi yang paling mendapat perhatian adalah muqābalah tahqīq manuskrip kuno. Dalam sesi ini, para mahasantri diuji kemampuannya dalam meneliti, memverifikasi, dan menyunting naskah agar mendekati bentuk aslinya, sekaligus memenuhi standar akademik yang dapat dipertanggungjawabkan.
Manuskrip yang menjadi objek tahqīq berasal dari karya-karya K.H. Ahmad Fauzan Jepara, ulama Nusantara yang dikenal memiliki tradisi kepenulisan yang kuat dan produktif. Karya-karyanya tidak hanya mencerminkan keluasan keilmuan, tetapi juga menunjukkan perhatian serius terhadap pengembangan khazanah keislaman melalui medium tulisan.
Lebih dari sepuluh manuskrip klasik beliau telah dikaji secara akademik oleh para mahasantri. Di antaranya Lathā’if al-Minan, Al-Mir’ah al-Insāniyyah, Tanwīr al-Anām, Jawāhir al-Furqān, Hidāyah al-Anām, Al-Lu’lu’ wa al-Marjān, Kifāyah al-‘Athsyān, Nadzm al-Ummah, Alfiyah al-Ghazālī, serta sejumlah karya lain yang hingga kini belum banyak dikenal oleh publik.
Dari unsur penguji, muqābalah ini didukung oleh jajaran akademisi dan ulama dengan rekam jejak keilmuan yang kuat. Salah satunya K.H. Noor Rochman, B.Ed., M.A., putra K.H. Ahmad Fauzan, yang terlibat langsung dalam pengujian tahqīq manuskrip karya ayahnya. Hadir pula Dr. Ahmad Ginanjar Sya’ban serta Prof. Subaidi, guru besar Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara.
Prof. Subaidi menilai pelaksanaan muqābalah tersebut menunjukkan kualitas akademik Ma’had Aly Amtsilati yang melampaui standar pendidikan sarjana.“Walaupun setara S1, kualitas akademiknya sudah terasa seperti S2. Mahasantri dilatih melakukan tahqīq karya Kiai Fauzan dengan merujuk berbagai cabang ilmu, seperti nahwu, tafsir, dan hadis,” ujarnya.
Ia juga mengaku terkesan dengan penguasaan materi para peserta. “Berdasarkan pengalaman saya sebagai penguji, para peserta telah menguasai berbagai materi dengan sangat baik,” tambahnya.
Penyelenggaraan Al-Muqābalah al-‘Ilmiyyah asy-Syāmilah ini mendapat dukungan penuh dari Mudir Ma’had Aly Amtsilati Dr. Arinal Haq Zakiyyat, M.Pd.
Oleh: Mazaya Aufa
Editor: Mohammad Hizbullah
