
Jepara – Ma’had Aly Amtsilati menggelar acara perdana Muqobalah Syamilah bertema Tahqiq Manuskrip kuno pada 15–16 Agustus 2025 di Jepara. Kegiatan ini menjadi sejarah baru, karena untuk pertama kalinya tahqiq manuskrip ditetapkan sebagai tugas akhir di lingkungan Ma’had Aly se-Indonesia dengan sidang koreksi terbuka. Puluhan mahasantri Amtsilati melaksanakan uji penelitian dan verifikasi naskah manuskrip berbahasa Arab karya ulama Jepara, KH. Ahmad Fauzan, seorang ulama dan pejuang kemerdekaan dari Jepara, Jawa Tengah, yang lahir pada tahun 1905 dan meninggal pada tahun 1972. Beliau berperan sebagai pemimpin perlawanan terhadap penjajahan Jepang di Pati, tokoh pendiri Nahdlatul Ulama (NU) di Jepara, serta Kepala Departemen Agama Kabupaten Jepara pada masa awal kemerdekaan. Beliau dikenal dengan metode dakwah kultural menggunakan syair dan pemikiran nasionalismenya, serta menjadi keturunan dari ulama besar dan memiliki pengaruh kuat dalam masyarakat Jepara hingga kini.
Acara perdana ini dibuka oleh KH. Noor Rochman, B.Ed., M.A., putra dari KH. Ahmad Fauzan Jepara, seorang ulama produktif yang dikenal melalui karya-karyanya yang kini menjadi objek kajian tahqiq. Dalam sambutannya, KH. Nur Rohman memberikan apresiasi sekaligus dukungan penuh atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan, pelaksanaan tahqiq manuskrip karya ulama Nusantara memiliki nilai penting, dan keistimewaan jasa patut disematkan kepada mereka yang berani menjadi pelangkah awal dalam upaya mulia ini.
Kitab-kitab karya KH Ahmad Fauzan yang ditahqiq antara lain Lathā’iful Ḥisān, berisi ribuan nadzam tafsir Alquran Lathā’iful Minan, serta Alfiyah Ghozali, nadzam kitab Ihya Ulumiddin.
Melalui kegiatan ini, mahasantri diajak mengenal langsung proses muqobalah, yakni membandingkan berbagai salinan manuskrip untuk menemukan teks yang paling otentik. Tahqiq manuskrip kuno bukan hanya melestarikan naskah, tetapi juga menghidupkan kembali khazanah ilmu Islam, menjaga otentisitas ajaran, memperkaya kajian akademik, dan meneguhkan posisi Islam sebagai peradaban ilmiah yang berpengaruh besar.
Hasil yang diharapkan dari acara ini adalah terverifikasinya teks manuskrip karya KH Ahmad Fauzan sekaligus digitalisasi naskah agar dapat diakses secara lebih luas oleh kalangan akademisi maupun masyarakat umum.
Dengan Muqobalah Syamilah ini, Ma’had Aly Amtsilati menegaskan komitmennya dalam menjaga tradisi keilmuan Islam sekaligus mengembangkan studi akademik modern. Acara ini diharapkan menjadi tonggak baru lahirnya generasi santri yang mampu menghidupkan kembali warisan ulama melalui kajian tahqiq yang mendalam.
Oleh : Jaziroturrohmah
