
Bangsri, 28 Juli 2026 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Mahasantri Ma’had Aly Amtsilati. M. Hamizul Fuad berhasil meraih Juara 2 pada cabang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat nasional yang diselenggarakan oleh LPTQ Nurul Qur’an Fakultas Komunikasi dan Desain Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU).
Kompetisi tersebut dilaksanakan secara daring (online) melalui pengumpulan video yang diunggah ke Google Drive pada 20 Juni hingga 5 Juli 2026. Seluruh peserta mengikuti perlombaan dengan mengirimkan rekaman tilawah sesuai ketentuan yang telah ditetapkan panitia.
Sebelum dinyatakan sebagai peserta, Hamizul terlebih dahulu melakukan pendaftaran secara mandiri melalui Google Form dengan melengkapi berbagai persyaratan administrasi, seperti kartu tanda mahasiswa aktif dan dokumen pendukung lainnya. Setelah lolos tahap verifikasi, ia resmi mengikuti perlombaan mewakili dirinya sebagai peserta.
Keberhasilan meraih posisi kedua menjadi momen yang sangat berkesan baginya. Hamizul mengaku tidak menyangka mampu bersaing dengan para peserta yang sebagian besar merupakan qari berpengalaman dari berbagai daerah di Indonesia.
“Saya sangat senang, bersyukur, dan bahagia sekali. Jujur saya tidak menyangka bisa meraih Juara 2 karena banyak peserta yang merupakan teman-teman bahkan senior-senior yang sudah sering mengikuti MTQ tingkat Jawa Tengah maupun nasional. Bahkan ada juga peserta dari Aceh yang tentu memiliki jam terbang lebih tinggi dibanding saya,” ungkapnya.
Di balik pencapaian tersebut, Hamizul menghadapi tantangan yang tidak ringan, terutama dalam membagi waktu antara mengikuti perlombaan dan menyelesaikan berbagai tugas akademik. Keterbatasan waktu membuatnya harus memanfaatkan kesempatan yang ada secara maksimal.
“Tantangan terbesar saya adalah waktu. Saat itu masih banyak tugas yang harus diselesaikan sehingga sulit membagi waktu untuk latihan. Akhirnya saya memutuskan belajar sekaligus melakukan pengambilan video hanya dalam waktu sekitar tiga jam pada satu malam. Kalau ditunda ke hari berikutnya, saya khawatir tidak sempat latihan karena waktunya sangat terbatas. Jadi saya memang harus memaksa diri untuk tetap berlatih,” jelasnya.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa keterbatasan waktu bukanlah penghalang untuk meraih hasil terbaik apabila disertai tekad, disiplin, dan kerja keras. Keberhasilan M. Hamizul Fuad diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh mahasantri Ma’had Aly Amtsilati untuk terus mengembangkan potensi, berani berkompetisi, serta mengharumkan nama almamater di tingkat regional maupun nasional.
Oleh : Muhammad Faza Fauzan Azhima
Editor : Mohammad hizbullah
