Haflah Kelulusan Ke-7 Dan Khataman Kitab Mahasantri Ma’had Aly Amtsilati Jepara

JEPARA – 17 Februari 2026, Ma’had Aly Amtsilati, Jepara, kembali menggelar upacara pelepasan lulusan program Marhalah Ula (M1) bagi mahasantri angkatan ke-7 pada Selasa (17/2) pukul 13.00 WIB hingga selesai. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Al Mubarok, auditorium utama Ma’had Aly Amtsilati.

Haflah kali ini memiliki makna istimewa. Selain sebagai seremoni kelulusan, acara tersebut juga menjadi momentum syukur atas lahirnya para muhaqqiq perdana manuskrip kuno karya K.H. Ahmad Fauzan Jepara.

Para lulusan telah berhasil menyelesaikan proses akademik sekaligus menunjukkan kompetensi dalam bidang tahqiq (penelitian dan verifikasi naskah klasik), yang menjadi salah satu ciri khas pendidikan di Ma’had Aly Amtsilati.

Pelaksanaan upacara pelepasan lulusan berlangsung khidmat dan penuh makna. Pada kesempatan tersebut, prosesi tidak hanya diperuntukkan bagi para muhaqqiq manuskrip, tetapi juga bagi para mahasantri yang telah menyelesaikan kajian kitab-kitab klasik di berbagai tingkatan semester.

Sejumlah kitab turats yang berhasil dikhatamkan oleh para mahasantri, di antaranya Ummul Barahin karya Imam as-Sanusi, Iqodzul Himam fi Syarh al-Hikam karya Syaikh Ahmad Ibnu Muhammad Ibnu Ajibah, Fathul Wahab karya Syaikh Zakariyya al-anshari, serta Ihya Ulumiddin karya Imam al-Ghazali. Penyelesaian kajian kitab-kitab tersebut menjadi bagian penting dari capaian akademik mahasantri dalam mendalami khazanah keilmuan Islam klasik, baik dalam bidang akidah, tasawuf, maupun fikih.

Proses ini sekaligus mencerminkan komitmen Ma’had Aly Amtsilati dalam menjaga tradisi keilmuan berbasis turats serta melahirkan generasi yang mampu memahami, mengkaji, mengembangkan, bahkan mentahqiq warisan intelektual Islam secara mendalam.

Dalam rangkaian acara tersebut, beberapa dosen memberikan nasihat serta menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan kepada para mahasantri yang telah berhasil menyelesaikan target pendidikannya. Salah satu nasihat disampaikan oleh Ustadz Misbahul Cholisin, M.Pd.

Ia menekankan pentingnya menyesuaikan metode dan materi dakwah dengan kondisi masyarakat di tempat para mahasantri kelak mengabdi. Menurutnya, setiap daerah memiliki tantangan yang berbeda.

“Ketika nanti kalian terjun ke masyarakat, mengajarlah dan berikan manfaat sesuai dengan kadar tantangan yang dihadapi. Jika berada di lingkungan pesantren, kajian kitab dapat disampaikan secara lebih dalam. Namun, apabila berada di wilayah pelosok dengan masyarakat awam, materi kajian hendaknya disampaikan secara lebih sederhana,” ujarnya.

Nasihat tersebut disampaikan sebagai bekal bagi para mahasantri agar mampu berperan efektif dan memberikan manfaat nyata di tengah masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lingkungan masing-masing.

Wisuda angkatan ke-7 ini menjadi bukti konsistensi Ma’had Aly Amtsilati dalam menjaga tradisi keilmuan Islam klasik sekaligus mencetak lulusan yang kompeten dan siap berperan di tengah masyarakat. Melalui wisuda ini, diharapkan para lulusan dapat mengamalkan ilmu yang telah diperoleh serta menjadi penggerak perubahan yang membawa manfaat dan keberkahan bagi umat.

Oleh: Nur Alifatur Ramadani & Mazaya Aufa

Editor: Mohammad Hizbullah

Share the Post: