

Jepara – Di tengah padatnya aktivitas akademik mahasantri, FORSAMA 2026 hadir sebagai ruang untuk menyalurkan potensi, mempererat ukhuwah, sekaligus membangun semangat sportivitas di lingkungan Ma’had Aly Amtsilati. FORSAMA sendiri merupakan singkatan dari Festival Olahraga, Seni, dan Akademik Ma’had Aly Amtsilati yang digelar sebagai wadah pengembangan minat dan bakat mahasantri melalui berbagai perlombaan di bidang olahraga, seni, maupun akademik.
Pelaksanaan FORSAMA kali ini mengusung tema “Dzikir Akal dalam Nalar, Syukur Jasad dalam Tangkas”, yang diselenggarakan secara terpisah antara mahasantri putra dan putri. FORSAMA putra dilaksanakan pada 15 Mei 2026 di Lapangan Ma’had Aly Amtsilati, sedangkan FORSAMA putri berlangsung pada 22 Mei 2026 di Lapangan BBNA (Bumi Berkah Nusantara Amtsilati).
FORSAMA putra dibuka secara resmi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta sambutan dari Mudir Ma’had Aly Amtsilati, Ustadz Arinal Haq Zakiyat, M.Pd., dan Ustadz Mohammad Hizbullah, M.Pd. selaku pembimbing organisasi kemahasantrian Ma’had Aly Amtsilati.
Sementara itu, pembukaan FORSAMA putri berlangsung meriah dengan prosesi pemotongan pita oleh Ustadz Arinal Haq Zakiyat, M.Pd. sebagai tanda dimulainya rangkaian kegiatan FORSAMA 2026.
Setelah acara pembukaan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan perlombaan perdana. Mini soccer menjadi pembuka cabang olahraga FORSAMA putra, sedangkan FORSAMA putri diawali dengan perlombaan garis arcapada.
Cabang perlombaan FORSAMA akan dilaksanakan secara bertahap sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia. Selain olahraga, FORSAMA juga menghadirkan berbagai perlombaan di bidang seni dan akademik, seperti jurnalistik, khitobah bahasa Arab, syi’ir, syardul qisshah, LCC bahasa Arab, debat qonun, dan perlombaan lainnya.
Antusiasme mahasantri terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Setiap semester membawa yel-yel khas untuk mendukung peserta dari angkatannya masing-masing. Sorak dukungan para suporter turut memeriahkan jalannya perlombaan dan menciptakan suasana kompetisi yang penuh semangat.
Yel-yel yang terdengar sepanjang perlombaan tidak hanya menjadi bentuk dukungan bagi peserta, tetapi juga menunjukkan kuatnya kebersamaan antarmahasantri dalam memeriahkan FORSAMA 2026.
Hujan turun tak menjadikan masalah saat perlombaan garis arcapada berlangsung, para peserta dan suporter tetap bertahan di lapangan. Semangat tersebut menjadi gambaran antusiasme mahasantri dalam mengikuti rangkaian kegiatan FORSAMA.
Dalam sambutannya, Ustadz Mohammad Hizbullah, M.Pd. menyampaikan bahwa FORSAMA bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat ukhuwah serta semangat dalam fastabiqul khoirot antarmahasantri.
“FORSAMA bukan hanya tentang perlombaan, tetapi juga bagaimana mahasantri dapat membangun kebersamaan, menjaga sportivitas, dan mempererat ukhuwah,” ungkapnya.
Beliau juga membawakan sebuah syi’ir sebagai bentuk apresiasi dan harapan terhadap pelaksanaan FORSAMA 2026:
تَهْنِئَةٌ لِلْمَعْهَدِ الْعَالِي عَلَى * تَنْفِيذِ فُورْسَامَا بِحُسْنٍ قَدْ جَلَا
تَمَنِّيَاتُنَا هِيَ النَّجَاحُ * دَوْمًا بِفَوْزٍ وَكَذَا فَلَاحُ
Syi’ir tersebut berisi ungkapan selamat atas terselenggaranya FORSAMA serta doa dan harapan agar kegiatan ini senantiasa membawa keberhasilan dan kesuksesan bagi Ma’had Aly Amtsilati.
Hal senada juga disampaikan oleh salah satu panitia FORSAMA, Arini Sabila El Najah. Menurutnya, FORSAMA tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana membentuk mahasantri yang seimbang antara kecerdasan intelektual, kreativitas, dan kesehatan jasmani.
“Harapan kami, setiap peserta tidak sekadar mengejar juara, tetapi benar-benar menikmati proses, belajar dari setiap kompetisi, dan pulang membawa nilai-nilai positif,” ujarnya.
Melalui FORSAMA 2026, diharapkan semangat kebersamaan dan ukhuwah antar mahasantri dapat terus terjalin dengan baik.
Oleh: Lailatul Jannah & Mazaya Aufa
Editor: Mohammad Hizbullah, M.Pd.
