

Kamis, 23 April 2026, Ma’had Aly Amtsilati menggelar seleksi calon mahasantri baru melalui tes baca kitab kuning dan ABATi (Arabic Benchmark Assessment Amtsilati) pada Rabu (22/4) hingga Jum’at (24/4) 2026.
Sebelumnya, pendaftaran Ma’had Aly Amtsilati telah dibuka sejak (19/2) hingga (4/4), baik secara online melalui website resmi Ma’had Aly Amtsilati maupun secara offline di kantor Ma’had Aly.
Salah satu pendaftar Ma’had Aly, Ali Fadli Nujaba, mengungkapkan alasan masuk Ma’had Aly Amtsilati, “Saya sebelumnya sudah memiliki dasar bahasa Arab dan saya menyukai pelajaran tersebut, karena dari itu saya ingin meningkatkan kemampuan saya ini di Ma’had Aly Amtsilati.”
Tradisi keilmuan Ma’had Aly bertumpu pada kajian turats klasik dan modern, sehingga kemampuan membaca menjadi pintu awal untuk memahami turats klasik. Tanpa hal ini, mahasantri akan kesulitan mengikuti pembelajaran, bukan karena materinya terlalu berat, tetapi karena belum menguasai bahasa Arab sebagai kunci utamanya. Di sinilah pentingnya ABATi.
Albar Waritsul Fuqoha’menuturkan, “ABATi sejatinya bukan untuk menyaring secara kaku, melainkan untuk memetakan kemampuan awal agar setiap mahasantri mendapatkan jalur pembinaan yang tepat.”
Kitab Fathul Mu’in menjadi kitab yang diujikan dalam tes baca kitab kuning yang dilaksanakan secara offline. Sementara itu para dosen Ma’had Aly Amtsilati menjadi penguji calon mahasantri putra, di antaranya Mohammad Hizbullah, Albar Waritsul Fuqoha, M. Khafid Khoirun Najih, dan Abdul Shalam, sedangkan dosen penguji calon mahasantri putri di antaranya Nurul Af’idah Arifin, Rohmatul Maula, dan Istiqlaliyah. Adapun Tes ABATi (Arabic Benchmark Assessment Amtsilati) dilaksanakan secara online.
Salah satu peserta tes ABATi, Hanif Daffa Muyyasar, menuturkan, “Bagi saya, untuk tes istima’ dan mufrodat masih mudah dan bisa dipahami, tidak terlalu sulit, mungkin di bagian pertanyaan nahwu yang agak sulit.”
Dengan memadukan kedua metode tes baca kitab kuning dan ABATi (Arabic Benchmark Assessment Amtsilati), diharapkan menjadi wasilah menjaga Tradisi keilmuan di Ma’had Aly bertumpu pada kajian turats klasik dan modern serta membantu mahasantri untuk menavigasi diri dan mengenali potensi sejak dini.
Oleh: Muhammad Faza Fauzan Azhima
Editor: Mohammad Hizbullah
